INVESTIGASI TOP

Sabtu, 19 September 2026

Lapas Pasir Pangarayan Gelar Shalat Istisqa’ dan Doa Bersama, Perkuat Pembinaan Kepribadian dan Kepedulian Lingkungan


Pasir Pangarayan, investigasitop — Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Pasir Pangarayan melaksanakan Shalat Istisqa’ dan doa bersama sebagai bagian dari upaya meningkatkan pembinaan kepribadian serta penguatan nilai-nilai spiritual bagi petugas, tahanan, dan warga binaan, Jumat (18/9/2026).


Kegiatan tersebut dilaksanakan sebagai tindak lanjut arahan Direktur Jenderal Pemasyarakatan, sekaligus menjadi bentuk kepedulian dan ikhtiar bersama dalam menghadapi kondisi musim kemarau serta potensi kekeringan yang terjadi di sejumlah wilayah Indonesia.


Pelaksanaan kegiatan turut dihadiri Kepala Seksi Pembinaan Narapidana dan Anak Didik (Kasi Binadik) dan Kegiatan Kerja (Giatja) Andi Rahman, Kepala Sub Seksi Registrasi Ega Saputra, pejabat eselon V, serta jajaran staf Lapas Kelas IIB Pasir Pangarayan. Kegiatan juga menghadirkan ustaz Hasbi Yardi yang merupakan Imam Masjid Silaturahim Pasir Pangarayan untuk memimpin pelaksanaan ibadah dan doa bersama.


Kasi Binadik dan Giatja Andi Rahman menyampaikan bahwa kegiatan tersebut tidak hanya menjadi bentuk ikhtiar untuk memohon turunnya hujan, tetapi juga memiliki nilai penting dalam pembinaan kepribadian dan keagamaan bagi petugas maupun warga binaan.


“Shalat Istisqa’ dan doa bersama ini merupakan bagian dari pembinaan kepribadian dan pembinaan keagamaan. Melalui kegiatan ini, kita mengajak seluruh peserta untuk melakukan introspeksi diri, memperbanyak istighfar dan memohon ampun kepada Allah SWT, serta meningkatkan kepedulian terhadap sesama dan lingkungan,” ujar Andi Rahman mewakili Kalapas Kelas IIB Pasir Pangarayan, Efendi P. Purba.


Menurutnya, kegiatan keagamaan di lingkungan Pemasyarakatan diharapkan dapat menjadi ruang untuk memperkuat kesadaran spiritual sekaligus membangun sikap positif dalam kehidupan sehari-hari.


Selain memanjatkan doa agar hujan turun membawa keberkahan dan manfaat, kegiatan ini juga diharapkan menjadi momentum muhasabah, penguatan mental dan spiritual, serta peningkatan kepedulian sosial bagi seluruh peserta.


Kegiatan tersebut juga diharapkan dapat mendorong terbentuknya budaya hemat air dan kepedulian terhadap lingkungan di lingkungan Pemasyarakatan, khususnya dalam menghadapi kondisi musim kemarau dan menjaga ketersediaan air secara bijak.




Hayati 

44 Warga Binaan Ikuti Sidang TPP di Lapas Pasir Pangarayan, Bahas Pemilihan Tamping untuk Kelanjutan Pembinaan


Pasir Pangarayan, investigasitop — Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Pasir Pangarayan melaksanakan Sidang Tim Pengamat Pemasyarakatan (TPP) pada Sabtu (19/9/2026). Kegiatan tersebut diikuti oleh sebanyak 44 orang Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) dalam rangka proses pemilihan Tamping sebagai bagian dari kelanjutan pembinaan di lingkungan Lapas.


Sidang TPP dipimpin oleh Kepala Seksi Pembinaan Narapidana dan Kegiatan Kerja (Kasi Binadik dan Giatja) Lapas Kelas IIB Pasir Pangarayan, Andi Rahman. Turut hadir Kepala Kesatuan Pengamanan Lembaga Pemasyarakatan (Ka.KPLP) Freddy Rinadi Siregar, Kepala Subseksi Registrasi dan Bimbingan Kemasyarakatan Ega Syaputra, serta anggota TPP lainnya.


Pemilihan Tamping merupakan salah satu bagian dari pelaksanaan pembinaan yang memberikan kesempatan kepada WBP untuk turut membantu pelaksanaan kegiatan tertentu di lingkungan Lapas sesuai dengan ketentuan dan kebutuhan yang berlaku.


Melalui Sidang TPP, proses pemilihan dilakukan dengan memperhatikan berbagai aspek yang berkaitan dengan WBP sebagai bagian dari upaya mendukung kelanjutan proses pembinaan. Hal ini diharapkan dapat memberikan ruang bagi WBP untuk mengembangkan sikap tanggung jawab, kedisiplinan, serta kemampuan dalam mengikuti kegiatan pembinaan.


Kasi Binadik dan Giatja Andi Rahman menyampaikan bahwa pelaksanaan Sidang TPP merupakan bagian dari komitmen Lapas Pasir Pangarayan dalam memastikan proses pembinaan berjalan secara terarah dan sesuai ketentuan.


“Sebagaimana arahan Kalapas, pemilihan Tamping diharapkan dapat menjadi bagian dari kelanjutan proses pembinaan bagi Warga Binaan. Pelaksanaannya dilakukan melalui Sidang TPP dengan tetap memperhatikan ketentuan yang berlaku, sehingga Warga Binaan yang dipilih nantinya dapat menjalankan tugas dan tanggung jawabnya dengan baik,” ujar Andi Rahman mewakili Kalapas Kelas IIB Pasir Pangarayan, Efendi P. Purba.


Ia menambahkan bahwa pembinaan di Lapas tidak hanya berfokus pada aspek keamanan dan ketertiban, tetapi juga mendorong WBP untuk mengikuti proses pembinaan secara aktif dan bertanggung jawab.


“Harapannya, kegiatan ini dapat mendukung terciptanya proses pembinaan yang berkelanjutan serta memberikan pengalaman positif bagi Warga Binaan dalam membangun sikap disiplin dan bertanggung jawab selama menjalani masa pembinaan,” tambahnya.


Dengan terlaksananya Sidang TPP tersebut, Lapas Kelas IIB Pasir Pangarayan terus berupaya melaksanakan pembinaan secara terarah, tertib, dan sesuai dengan ketentuan yang berlaku sebagai bagian dari pelaksanaan tugas pemasyarakatan.





Hayati 

Polantas Karib Edukasi Mahasiswa UMRI tentang Bahaya Kantuk dan Keselamatan Berkendara


PEKANBARU, investigasitop — Direktorat Lalu Lintas (Ditlantas) Polda Riau melalui Subdit Kamsel menggelar edukasi keselamatan berlalu lintas bersama mahasiswa Universitas Muhammadiyah Riau (UMRI), Sabtu (19/9/2026).


Kegiatan bertajuk “Secangkir Kopi Sejuta Mimpi” itu berlangsung di Kampus UMRI, Jalan Tuanku Tambusai, Pekanbaru, pukul 09.00 hingga 12.00 WIB. Edukasi disampaikan Tim Polantas Karib Ditlantas Polda Riau yang dipimpin Kasubdit Kamsel AKBP Dasril, S.Pd., M.M.


Dalam kegiatan tersebut, mahasiswa diajak berdiskusi mengenai keamanan, keselamatan, ketertiban lalu lintas, serta pentingnya mengenali batas kemampuan tubuh saat berkendara.


Dirlantas Polda Riau Kombes Pol Jeki Rahmat Mustika mengatakan, mahasiswa memiliki peran penting dalam membangun budaya tertib dan aman berlalu lintas.


“Mahasiswa merupakan bagian penting dalam menciptakan budaya keselamatan berlalu lintas. Kami berharap pesan yang disampaikan melalui Polantas Karib dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari,” ujar Jeki.


Bahaya Berkendara Saat Mengantuk


AKBP Dasril mengingatkan mahasiswa agar tidak memaksakan diri berkendara saat lelah atau mengantuk. Menurutnya, berhenti dan beristirahat merupakan pilihan paling aman dibandingkan mengambil risiko di jalan.


“Kalau tubuh sudah lelah atau mengantuk, jangan memaksakan diri untuk terus berkendara. Kenali batas kemampuan tubuh dan beristirahat sebelum melanjutkan perjalanan,” katanya.


Mahasiswa juga diberikan pemahaman bahwa kopi bukan satu-satunya solusi untuk mengatasi kantuk. Pengendara tetap membutuhkan istirahat yang cukup agar kondisi tubuh kembali pulih.


Selain materi keselamatan, kegiatan diisi dengan sesi tanya jawab mengenai Kamtibmas, Kamseltibcarlantas, dan Green Policing. Mahasiswa menyampaikan berbagai pertanyaan serta pengalaman mereka saat berkendara, yang kemudian dijawab langsung oleh personel Subdit Kamsel secara komunikatif dan humanis.


Mahasiswa juga didorong menjadi pelopor keselamatan dengan mematuhi aturan lalu lintas, menggunakan helm berstandar SNI, menjaga kecepatan, tidak menggunakan telepon seluler saat berkendara, serta menghindari tindakan yang membahayakan diri dan pengguna jalan lain.


Edukasi Keselamatan dan Kepedulian Lingkungan


Dalam kegiatan tersebut, Tim Polantas Karib menyerahkan helm berstandar SNI kepada mahasiswa serta bibit pohon kepada mahasiswa dan dosen UMRI.


Pemberian helm menjadi bagian dari kampanye keselamatan berkendara, sedangkan penyerahan bibit pohon merupakan bagian dari program Green Policing untuk mendorong kepedulian civitas akademika terhadap lingkungan.


“Kami ingin mahasiswa tidak hanya menjadi pelopor keselamatan berlalu lintas, tetapi juga memiliki kepedulian terhadap lingkungan,” ujar Dasril.


Kegiatan berlangsung aman, lancar, dan kondusif. Acara ditutup dengan penyerahan helm SNI, bibit pohon, serta foto bersama.(***)

Jumat, 18 September 2026

Dukungan Penuh DPW MANTAP R-I Provinsi Riau kepada PT Agrinas Palma Nusantara dan Satgas PKH


Riau, investigasitop Ketua DEWAN PIMPINAN WILAYAH PERKUMPULAN MASYARAKAT NUSANTARA PENDUKUNG PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA (MANTAP R-I) PROVINSI RIAU, di bawah pimpinan Adv. Frans Chaverius Tampubolon, SH, MH, CIRP.


Dukungan Penuh Kepada PT Agrinas Palma Nusantara dan Satgas PKH


Ketua DPW MANTAP R-I Provinsi Riau, Frans Chaverius Tampubolon, SH, MH, CIRP, mengatakan bahwa sebagai wadah Perkumpulan Pendukung Pemerintah Republik Indonesia yang setia pada Garis Perjuangan Presiden RI, menyatakan sikap tegas:


1. MENDUKUNG 100% TANPA SYARAT kebijakan Pemerintah Pusat melalui Satgas Penertiban Kawasan Hutan (PKH) Kejaksaan Agung RI dan PT. Agrinas Palma Nusantara (Persero) di bawah Danantara Indonesia dalam rangka penertiban kawasan hutan dan penyelamatan aset negara.


2. MENDUKUNG PENUH Surat Edaran PT Agrinas No. 003/SE-DKP/APN/VI/2026 Tanggal 08 Juni 2026 tentang Penghentian Sementara KSO. Surat Edaran tersebut adalah wujud kehadiran negara dan harus dipatuhi oleh semua perusahaan KSO termasuk di lahan Eks PT Tani Subur Makmur 2.668 Ha di Indragiri Hulu.


3. MENGECAM KERAS dugaan pembangkangan yang dilakukan oleh oknum perusahaan KSO yang masih melakukan pemanenan setelah SE diterbitkan, dugaan laporan panen fiktif yang merugikan keuangan negara, serta pembiaran pekerja tanpa APD yang melanggar UU Ketenagakerjaan.


4. MEMINTA kepada Dirut PT Agrinas Palma Nusantara Bapak Mohammad Abdul Ghani, Direktur Kepatuhan dan Keberlanjutan Bapak Nofil Anoverta, dan Direktur Operasional Bapak Tuhu Bangun untuk BERTINDAK TEGAS mencabut dan menyita kembali KSO yang membangkang. Jangan beri ampun kepada mafia lahan yang merugikan negara.


5. MENYERUKAN kepada seluruh anggota MANTAP R-I se-Provinsi Riau untuk menjadi mata dan telinga Pemerintah di lapangan, mengawal setiap jengkal lahan negara agar kembali untuk kesejahteraan rakyat.


6. Kami meminta kepada PT Agrinas Palma Nusantara agar Pengelolaan Kebun yang di sita Oleh Satgas PKH di kelola Kembali oleh Penilik Kebun dan tertib Administrasi serta mentaati Aturan dari PT Agrinas Palma Nusantara.


Bagi MANTAP R-I, Aset Negara adalah harga mati. Siapa yang bermain-main dengan aset negara, berhadapan dengan kami sebagai Pendukung Pemerintah.


Demikian pernyataan sikap ini kami buat untuk menjadi perhatian.


NKRI HARGA MATI!


BRAVO SATGAS PKH! BRAVO PT AGRINAS PALMA NUSANTARA!


ASTA CITA PRESIDEN RI HARUS BERHASIL!


DPW MANTAP R-I Provinsi Riau

Kanit PJR Tol Permai Pimpin Operasi Micro Sleep, Ingatkan Pengendara Utamakan Keselamatan


Pekanbaru, investigasitop — Mengantisipasi kecelakaan lalu lintas akibat kelelahan dan mengantuk saat berkendara, Unit Patroli Jalan Raya (PJR) Tol Permai melaksanakan Operasi Micro Sleep di Rest Area KM 46B, Sabtu (19/9/2026).


Kegiatan yang dimulai sekitar pukul 23.00 WIB tersebut dipimpin langsung Kanit PJR Tol Permai Iptu Bobby P. Hermawan, S.Tr.K., S.I.K., bersama personel PJR Tol Permai, Satlantas Polres Siak, serta perwakilan pengelola ruas Tol Pekanbaru-Dumai.


Dalam kegiatan tersebut, petugas menyambangi pengguna jalan yang beristirahat di rest area sekaligus memberikan edukasi mengenai pentingnya menjaga kondisi fisik selama perjalanan. Pengendara diingatkan untuk tidak memaksakan diri melanjutkan perjalanan apabila mulai mengantuk dan memanfaatkan rest area untuk beristirahat.


Selain itu, petugas mengingatkan pengguna jalan agar mematuhi batas kecepatan yang telah ditetapkan serta selalu mengutamakan keselamatan selama melintas di Ruas Tol Permai.


Kasat PJR Ditlantas Polda Riau AKBP Eko Baskara, S.I.K., mengatakan Operasi Micro Sleep merupakan langkah preventif untuk membangun kesadaran pengendara bahwa kelelahan dan rasa kantuk dapat menurunkan konsentrasi serta meningkatkan risiko kecelakaan.


“Kami mengimbau pengguna jalan untuk mengenali kondisi tubuh. Jika sudah mengantuk atau lelah, jangan dipaksakan. Manfaatkan rest area untuk beristirahat hingga kondisi kembali siap berkendara. Keselamatan harus menjadi prioritas,” ujar AKBP Eko Baskara.


Dalam kegiatan tersebut, personel juga membagikan bingkisan kepada sejumlah pengguna jalan yang beristirahat sebagai bentuk kepedulian dan pendekatan humanis kepada masyarakat pengguna jalan tol.


Salah seorang pengendara asal Medan, Ricky Tambunan, mengapresiasi kegiatan tersebut. Menurutnya, kehadiran petugas di rest area memberikan pengingat penting bagi pengendara yang menempuh perjalanan jauh.


“Kegiatan seperti ini sangat membantu. Kami sebagai pengendara diingatkan untuk tidak memaksakan perjalanan ketika sudah mengantuk. Terima kasih kepada petugas yang sudah peduli dan memberikan edukasi kepada pengguna jalan,” ujar Ricky.


Operasi Micro Sleep juga menjadi bagian dari upaya kepolisian dalam menekan potensi kecelakaan lalu lintas di Ruas Tol Pekanbaru-Dumai, khususnya yang dipengaruhi faktor kelelahan, mengantuk, dan kurangnya konsentrasi pengemudi.


Dirlantas Polda Riau Kombes Pol Jeki Rahmat Mustika, S.I.K., M.H., mengimbau seluruh pengguna jalan tol untuk selalu mengutamakan keselamatan, mematuhi aturan lalu lintas, menjaga kecepatan, serta segera beristirahat apabila tubuh mulai lelah atau mengantuk.


“Jangan pernah memaksakan diri berkendara dalam kondisi mengantuk. Beristirahatlah di tempat yang aman dan lanjutkan perjalanan setelah kondisi benar-benar siap. Keselamatan bukan hanya tanggung jawab petugas, tetapi menjadi tanggung jawab bersama seluruh pengguna jalan,” tegas Kombes Pol Jeki Rahmat Mustika.


Dirlantas Polda Riau juga menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada seluruh personel yang terus hadir memberikan pelayanan, perlindungan dan edukasi kepada masyarakat. Menurutnya, kegiatan tersebut sejalan dengan program Korlantas Polri, Polantas Karib, yaitu Polantas yang hadir, dekat dan peduli terhadap masyarakat demi terciptanya keamanan, keselamatan, ketertiban dan kelancaran lalu lintas (Kamseltibcarlantas).


“Polantas Karib siap hadir demi terciptanya Kamseltibcarlantas,” tutupnya. (***)

Kanwil Ditjenpas Riau Perkuat Deteksi Dini Keamanan Melalui Razia Gabungan di Rutan Kelas I Pekanbaru


InvestigasiTop.com
- Pekanbaru - Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Kanwil Ditjenpas) Riau terus memperkuat langkah deteksi dini dalam menjaga keamanan dan ketertiban di lingkungan Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pemasyarakatan.Jum'at (18/09/26).

Komitmen tersebut diwujudkan melalui pelaksanaan razia gabungan di Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas I Pekanbaru bersama Aparat Penegak Hukum (APH).

Razia gabungan ini dihadiri Kepala Bagian Tata Usaha dan Umum Kanwil Ditjenpas Riau, Muhammad Lukman, bersama Kepala Bidang Perawatan, Pengamanan dan Kepatuhan Internal, Nimrot Sihotang.

Kegiatan turut melibatkan personel Badan Narkotika Nasional (BNN) Kota Pekanbaru, Brimob, Polsek Kulim, dan Koramil Tenayan Raya. Dari jajaran Rutan Kelas I Pekanbaru, kegiatan dipimpin Kepala Kesatuan Pengamanan Rutan (Ka.KPR), Boni Hasiholan Manullang, bersama jajaran petugas pengamanan.

Dalam pelaksanaannya, petugas melakukan pemeriksaan secara menyeluruh terhadap sejumlah kamar hunian dan area yang menjadi sasaran razia. Pemeriksaan dilakukan secara teliti guna memastikan tidak terdapat barang terlarang maupun benda yang berpotensi mengganggu keamanan dan ketertiban. Seluruh rangkaian kegiatan dilaksanakan secara profesional, terukur, dan tetap mengedepankan sikap humanis serta sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

Kepala Bagian Tata Usaha dan Umum Kanwil Ditjenpas Riau, Muhammad Lukman, menegaskan bahwa sinergi dengan APH menjadi bagian penting dalam memperkuat sistem pengamanan dan deteksi dini di UPT Pemasyarakatan.

“Razia gabungan ini merupakan bentuk komitmen bersama untuk memastikan lingkungan pemasyarakatan tetap aman dan tertib. Sinergi dengan APH akan terus diperkuat sebagai langkah preventif sekaligus upaya mendeteksi dan mencegah potensi gangguan keamanan sejak dini,” ujarnya.

Sebagai bagian dari komitmen berkelanjutan, Kanwil Ditjenpas Riau akan terus mendorong pelaksanaan deteksi dini dan penguatan sinergi dengan APH di seluruh jajaran UPT Pemasyarakatan.

Red / sri imelda

81 Tahun Merdeka, Warga Kota Langsa Terkesan Masih "Dijajah" dengan Adanya Diduga Maraknya Aroma Nepotisme dalam Merekrut Pimpinan yang Berkwalitas


InvestigasiTop.com
l KOTA LANGSA — Kekeringan pasokan air bersih dari Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Kota Langsa terus berlangsung bertahun-tahun dan tak kunjung teratasi. Kondisi ini memicu kemarahan mendalam masyarakat, khususnya para pelanggan, yang merasa diabaikan sekaligus ditindas oleh para pemimpin daerah maupun wakil rakyat.
 
Sejak lama, warga seolah tak memiliki hak dasar untuk memenuhi kebutuhan paling mendasar: mandi wajib, buang air besar, hingga mengambil air wudhu. Air dari keran PDAM nyaris tak pernah mengalir lancar. Jika ingin mendapatkan air, warga terpaksa menggunakan pompa mesin—yang berarti membebani biaya tambahan di luar tagihan yang tetap dibayarkan setiap bulan.
 
Alih-alih mencari solusi demi kesejahteraan rakyat, justru muncul dugaan kuat bahwa pengelolaan PDAM lebih diarahkan untuk mengeruk keuntungan pribadi dan kelompok. Belum lagi, posisi pimpinan di lingkungan PDAM Kota Langsa sejak lama disinyalir sarat dengan praktik nepotisme—jabatan diwariskan atau diberikan kepada kerabat terdekat tanpa memandang kemampuan.
 
Menjelang pemilihan umum, fenomena makin terlihat jelas: berbondong-bondong calon pemimpin, baik eksekutif maupun legislatif, tampil ke muka mengaku paling mampu membangun Kota Langsa. Namun begitu duduk di kursi kekuasaan, janji-janji manis yang diucapkan saat kampanye berubah menjadi kebohongan belaka.
 
Zulfadli, S.Sos., I.M.M., pendiri Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) BLJ, menyampaikan kegelisahan yang mewakili ribuan pelanggan PDAM lainnya.
 
"Negara kita sudah berusia 81 tahun merdeka, namun dirasakan kami seolah-olah masih dijajah. Kebutuhan air bersih untuk buang air besar, untuk wudhu, hingga mandi wajib saja kami masih kewalahan."
 
Zulfadli juga menyentuh sisi keagamaan yang menjadi ciri khas daerah ini.
 
"Katanya Aceh ini Serambi Mekkah, pemimpinnya orang beragama Islam. Masalah sebesar ini saja kurang diperhatikan. Jujur saya bertanya-tanya: apakah agama Islam para pemimpin di Kota Langsa itu hanya tertulis di KTP saja," jelasnya.
 
Pertanyaan tajam itu terucap lugas dari bibir Zulfadli, mewakili suara rakyat yang lelah menunggu perubahan nyata. Masyarakat berharap bukan sekadar janji manis saat kampanye, melainkan tindakan nyata—agar setiap warga Kota Langsa akhirnya bisa menikmati hak dasarnya: air bersih yang mengalir deras, tanpa harus memohon, tanpa harus mengeluarkan biaya tambahan, dan tanpa merasa diabaikan oleh mereka yang dipilih untuk memimpin.
 
Team Investigasi
Notification
This is just an example, you can fill it later with your own note.
Done